Sekretariat : Ruko Rukan City Walk City Market Pasar Modern B3 -11, Jl. Pondok Cabe Raya, Pd. Cabe Udik, Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten 15418

( 021 ) 2274 0870 gapertas@gmail.com

Penyewa Mobil Ingkar janji, ini jalur yang dapat di tempuh pemilik rental

penyewa mobil

penyewa mobil – Sering sekali kita sebagai pemilik rental mobil atau pengusaha rental mobil, memiliki masalah terhadap custumer-nya. Custumer yang memiliki tunggakan utang atas pemakaianan mobil dan belum dibayar atau hanya menjaminkan barang seperti sepeda motor dan STNK. Mungkin sering terpikir oleh kita sebagai pemilik rental untuk menjual barang tersebut untuk melunsi utangnya.

Dasar Hukum

Pengelola rental mobil dalam praktik memiliki dasar hukum sewa-menyewa antar pemilik mobil (pemberi sewa) dan penyewa mobil (pemakai jasa). Dalam hal sewa menyewa pastinya kita sebagai pemilik rental mobil selalu menyertakan perjanjian sewa-menyewa antar pihak pengelola dengan pihak penyewa mobil.

Perjanjian yang mengikat itu bisa secara resmi dihadapan noratis maupun perjanjian dibawah tangan tanpa menghadirkan notaris. Sehingga sebelum mengambil tindakan hukum anda sebaiknya meneliti kembali seluruh isi perjanjian yang telah dibuat, khususnya yang berhubungan dengan penyelesaian perselisihan yang dapat timbul dari kasus sewa-menyewa.penyewa mobil

Jika kita pihak rental tidak membuatkan perjanjian tertulis sekalipun. Tindakan pengelola rental yang memberikan barang (mobil) untuk disewakan kepada orang lain dengan adanya suatu janji mengenai pemakaian dan pembayaran terhadap sewaan tersebut.  telah memenuhi suatu hubungan untuk hukum sewa-menyewa,

Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHP) pasal 1548

Definisi perjanjian sewa-menyewa menurut Pasal 1548 KUH Perdata,yaitu:

Perjanjian sewa-menyewa adalah suatu perjanjian, dengan mana pihak yang satu mengikatkan dirinya untuk memberikan kepada pihak yang lainya kenikmatan dari suatu barang, selama waktu tertentu dan dengan pembayaran suatu harga, yang oleh pihak tersebut belakangan telah disanggupi pembayaranya.

Dasar dari pasal 1548 KUH Perdata tersebut menjelaskan tentang hukum sewa-menyewa berdasarkan janji, baik janji memberikan kenikmatan dari suatu barang, janji menikmati selama waktu tertentu dan jajnji akan memberikan pembayaran atas kegiatan menikmati suatu barang.

Ababila dari salah satu pihak yang membuat kesepakatan tidak dapat memenuhi janji yang telah disepakati. Maka pihak lain yang dirugikan dapat memberi teguran / somasi terhadap pihak yang ingkar janji dengan waktu yang cukup :

Apabila penyewa mobil tidak mengindahkan teguran maka pihak rental yang merasa dirugikan dapat melakukan gugatan ke Pengadilan Negeri.

Lalu bagaimana dengan motor jaminan? untuk dapat menjawab pertanyaan tersebut kita harus melihat teori hukum gadai, jaminan,mengenai teori jaminan dalam hukum jaminan, yaitu Gadai, Jaminan Fidusia, maupun Hak Tanggungan.Akan tetapi, pada prinsipnya adalah, suatu jaminan tidak dapat diberikan tanpa adanya suatu pernyataan yang nyata-nyata secara tegas. Atau dengan kata lain, tiada dapat disebut suatu jaminan bagi pengelola mobil rental terhadap motor, STNK dan KTP dari penyewa, sehingga pengelola rental tidak dapat serta-merta melakukan penjualan terhadap motor tersebut dengan alasan pelunasan utang dari penyewa. Namun demikian, dalam praktik litigasi(beracara di pengadilan), barang tersebut berikut dokumen pendukungnya, mempunyai peran yang penting bagi pengelola rental di dalam permohonan sita jaminan yang akan diajukan bersamaan dengan gugatan.

Untuk lebih jelasnya Baca : Hukum Gadai

 

 

Sumber : hukum online

editor : Andha

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *